Meskipun dampaknya masih minim, lesunya ekonomi global akibat krisis utang di Eropa mulai perlahan menerpa Indonesia. Ini terlihat dari mulai menurunnya permintaan barang-barang ekspor.
Di April 2012, nilai ekspor Indonesia turun 3,3% dibanding April 2011. Meskipun pada Januari-April 2012 masih naik 4,1% dibanding periode yang sama tahun lalu.
"Melemahnya kinerja ekspor periode Januari-April 2012 diakibatkan oleh menurunnya permintaan negara-negara mitra dagang utama Indonesia terhadap ekspor barang-barang non migas Indonesia, seperti Jepang, AS, Sinagpura, Malaysia, Korsel, dan Thailand," ujar Sekretaris Ditjen Perdagangan Luar Negeri Kemendag Partogi pada acara Peningkatan Ekspor dan Kerjasama Perdagangan Internasional di Gedung BPPEI, Grogol, Jakarta (21/6/12).
Salah satu cara pemerintah untuk bisa memperkuat daya tahan ekonomi di sektor perdagangan adalah dengan mengembangkan industri hilirisasi seperti tambang. Karena itu pemerintah memperketat ekspor barang tambang mentah dengan memberlakukan bea masuk 20%.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
negeri (domestic market obligation).
"Hilirisasi untuk perdagangan terus kita lanjutkan, bermanfaat pada peningkatan kesejahteran masyarakat dengan peningkatan kesempatan
kerja," lanjutnya.
Kementerian Perdagangan telah melakukan berbagai dukungan dalam rangka hilirisasi salah satunya revisi ketentuan ekspor produk pertambangan tertentu (UU No. 4/2009 Ekspor tidak dalam bentuk raw material), penyiapan database eksportir dan revisi ketentuan ekspor timah batangan, ketentuan ekspor pupuk dan pendelegasian wewenang penandatanganan perizinan di bidang ekspor dan impor melalui UPP.
Seperti diketahui, total ekspor Indonesia pada April 2012 mencapai US$ 15,98 miliar, turun 3,3% dibanding April 2011. Ini mencakup ekspor migas US$ 3,36 miliar (naik 9,8%) dan ekpor non migas US$ 12,62 miliar (turun 2,4%). Sedangkan total ekspor Januari-April 2012 mencapai US$ 64,5 miliar, naik 4,1% mencakup ekspor migas US$ 13,3 miliar (naik 12,0%) dan ekspor non migas US$ 51,2 miliar (naik 2,3%).
(dnl/dru)










































