Wakil ketua komisi XI DPR, Harry Azhar Azis menilai sebaiknya Merpati fokus melayani rute perintis daripada harus bersaing dengan rute-rute gemuk yang dilayani oleh maskapai nasional.
"Merpati untuk masuk ke penebangan komersial relatif akan banyak kendalanya bukan hanya dengan Garuda tetapi perusahaan-perusahaan swasta lainnya. Maka timbul pemikiran di komisi XI apakah Merpati ini dikhususkan penerbangan perintis," ungkap Harry di DPR, Jakarta, Kamis (21/6/2012).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Merpati mungkin pedekatannya tidak profit motif tetapi pedekatannya bantuan katakan seperti Kereta Api atau Pelni dalam bentuk PSO. Per penumpang itu berapa di biayai disubsidi oleh negara," imbuhnya.
Sebelumnya, Dirut Merpati Rudy Setyopurnomo bertemu komisi XI DPR untuk mengajukan tambahan dana Penyertaan Modal Negara (PMN) sebesar Rp 200 miliar untuk mengatasi persoalan keuangan dan juga untuk membiayai rencana korporasi maskapai penerbangan plat merah ini.
(feb/dru)











































