Menurut pihak manufaktur, pesanan pesawat baru naik 5 – 15% sepanjang tahun 2011. Pengumuman NetJets awal bulan ini bahwa mereka sudah menyetujui pembelian 1.250 pesawat baru dari Bombardier dan Cessna telah menambah sentimen bahwa masa terburuk krisis mungkin sudah berlalu.
Persediaan turun secara substansial dari puncak krisisnya. Persediaan terpakai model yang diproduksi kini mencapai 10,6% atau turun dari 11,1% pada Februari.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Harga-harga untuk pengembalian ke perusahaan telah menunjukkan sedikit kenaikan – pertama kalinya naik dalam empat tahun. “Harga-harga untuk beberapa segmen sepertinya sudah membaik dan lebih stabil,” kata Jay Duckson dari firma konsultan perantara jet Minnesota, Central Business Jets Inc, dikutip dari CNBC (27/6/2012).
Namun tetap saja industri jet pribadi masih dihantui ancaman. Kekacauan di pasar keuangan baru-baru ini dan perlambatan ekonomi Eropa serta China bisa menyebabkan harga dan permintaan jatuh lagi. Harga untuk pesawat kabin kecil dan menengah masih jauh dari 50% atau lebih dari masa puncaknya di 2008.
“Di titik siklus ini, pemulihan masih jauh dari penglihatan, malah kita masih berada di bawah,” kata Daniel Herr, pengacara Fractional Law.com yang spesialisasinya di penerbangan dan transaksi kepemilikan fraksional.
Herr mengatakan, dia merasa lebih optimis pada Maret lalu. Tapi setelah krisis Eropa dan perlambatan ekonomi global, menurutnya level persediaan sekali lagi terseok-seok.
Para broker mengatakan, bank-bank masih ragu memberi pinjaman untuk pembelian pesawat. Banyak pesawat yang bernilai kurang daripada nilai pinjaman, membuat penerbangan jet di seluruh dunia terlilit dalam masalah keuangan.
Bank-bank dan pemberi pinjaman banyak mengambil alih pesawat-pesawat dan terus mencharternya sebagai sumber pendapatan. Akibatnya, broker dan pengacara penerbangan yang mengatakan harapannya bisa pulih di 2012, kini memundurkan jadwal rebound-nya ke 2013 atau lebih.
“Saya berharap dan berdoa pasar segera pulih. Tapi untuk sekarang, sepertinya kita baru bisa melihatnya di 2014,” kata Allan Tamm dari Avicor Aviation Inc.
(ang/ang)











































