Airbus Siap Bangun Pabrik di 'Kandang' Boeing Rp 5,4 Triliun

Airbus Siap Bangun Pabrik di 'Kandang' Boeing Rp 5,4 Triliun

Wahyu Daniel - detikFinance
Sabtu, 30 Jun 2012 14:03 WIB
Airbus Siap Bangun Pabrik di Kandang Boeing Rp 5,4 Triliun
Foto: Reuters
Atlanta - Produsen pesawat asal Eropa Airbus dikabarkan siap untuk menginvestasikan US$ 600 juta atau sekitar Rp 5,4 triliun untuk membangun pabrik di negara asal Boeing yaitu Amerika Serikat.

Dikutip dari Reuters, Sabtu (30/6/2012), dua orang dekat dengan Airbus mengatakan, produsen pesawat yang berbasis di Prancis ini siap untuk membangun pabrik di Mobile, Alabama, AS. Pabrik ini dibangun untuk membangun pesawat A320 dan direncanakan mulai berproduksi 2017.

Namun rival Airbus yakni Boeing berargumentasi rencana pembangunan pabrik tersebut tidak bisa menghapuskan kasus soal dugaan pinjaman ilegal Airbus yang ditemukan WTO.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Airbus yang dimiliki oleh EADS dan Boeing, sebagai produsen pesawat terbesar di dunia, sedang terlibat dalam kasus di WTO karena keduanya saling tuding akan adanya subsidi ilegal miliaran dolar.

Kasus Airbus dan Boeing dipicu pengucuran dana subsidi bagi peluncuran pesawat superjumbo Airbus A380. Produsen pesawat Amerika Serikat Boeing mengadukan saingannya Airbus pada Organisasi Perdagangan Dunia (WTO) yang bermarkas di Jenewa pada 2005. Boeing berpendapat dana US$ 200 miliar yang dikucurkan sejumlah negara Eropa untuk membantu riset, peluncuran, dan ekspor Airbus A380 dapat dinilai sebagai dana subsidi ekspor. Padahal, alokasi dana negara untuk subsidi ekspor melanggar peraturan WTO.

Airbus juga tidak tinggal diam mendengar pernyataan Boeing. Direktur Airbus untuk kawasan Amerika mengatakan Airbus, Uni Eropa, dan negara anggota perusahaan induk EADS menganalisa dengan seksama keputusan WTO. Airbus juga menuduh Washington juga mengucurkan dana negara untuk membantu Boeing.

"Sangat menarik melihat Airbus menjanjikan untuk memindahkan lapangan kerja dari Eropa ke AS, berapapun lapangan kerja yang tercipta, itu tidak bisa dibandingkan dengan ribuan lapangan kerja di AS yang hancur akibat ilegal subsidi yang dilakukan Airbus dan pemerintahan Eropa, dan ini mengecewakan pemerintah AS," demikian ujar Juru Bicara Boeing Charlie Miller dikutip dari Reuters, Sabtu (30/6/2012).

Soal rencana pembangunan pabrik, Airbus dikabarkan bakal membangun pabrik perakitan pesawat komersil A320 senilai US$ 600 juta di Alabama. Pabrik ini ditargetken memproduksi 4 pesawat per bulan pada 2017.

Salah satu pejabat Airbus menyatakan, pabrik tersebut akan menciptakan lapangan pekerjaan yang signifikan. Pabrik ini juga bisa menarik perusahaan kecil di AS untuk menyediakan komponen kepada Airbus.

Pabrik tersebut akan menjadi pabrik kedua terbesar Airbus di luar Eropa. EADS saat ini memproduksi 37 pesawat dalam sebulan dari pabriknya di Prancis dan Jerman, kemudian 3 pesawat per bulan dari pabriknya di China.

Namun Presiden Direktur EADS Tom Enders menyatakan belum ada keputusan final yang diambil soal rencana pembangunan pabrik di AS tersebut.

(dnl/dnl)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads