Hal ini disampaikan oleh Sekretaris Dirjen Industri Unggulan Berbasis Teknologi Kementerian Perindustrian Syarif Hidayat dalam dialog bersama wartawan di Lembang, Jawa Barat, Sabtu (30/6/2012).
"Kita bekerjasama dengan BPPT untuk membuat platform, nanti dikembangkan untuk yang lebih murah, karena sama BPPT, jadi pemerintah yang mendanai," ungkap Syarif.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kita mengembangkan desainnya, investasinya pasti besar, tapi yang jelas tahap awal Rp 50 miliar," tambahnya.
Lebih lanjut Syarif mengungkapkan, saat ini telah banyak perusahaan-perusahaan yang telah memproduksi mobil murah. Salah satunya BUMN yaitu PT INKA. Saat ini PT INKA telah bekerjasama dengan pemerintah daerah Makassar untuk memproduksi 50 mobil murah.
"PT INKA sebagian sudah di Makassar, nama mobilnya Moko, tahun ini (produksi) 50, untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi di sana," tuturnya.
Syarif mengatakan harga mobil murah buatan INKA ini berkisar Rp 40-50 juta.
(zul/dnl)











































