Pasar Kondom Meong Made in Bandung 'Loyo' di Dalam Negeri

Pasar Kondom Meong Made in Bandung 'Loyo' di Dalam Negeri

Rista Rama Dhany - detikFinance
Senin, 02 Jul 2012 12:58 WIB
Pasar Kondom Meong Made in Bandung Loyo di Dalam Negeri
Jakarta - Kondom made in Indonesia buatan Mitra Rajawali Banjaran (MRB) di Banjaran, Bandung cukup mampu menembus pasar ekspor seperti di Asia hingga Timur Tengah. Sayangnya kondom dengan merek Meong dan Artika ini tak mampu bersaing maksimal di pasar dalam negeri.

"Sudah 10 tahun lebih kondom Meong dan Artika laris dan di ekspor ke luar negeri, mulai dari Asia seperti Filipina, Vietnam, Timur Tengah sampai Afrika, tapi produk kita masih kalah pamor di dalam negeri," kata Direktur Utama PT Rajawali Nusantara Indonesia (RNI) Ismed Hasan Putro ketika berbincang dengan detikFinance, di Gedung DPR, Senin (2/7/2012).

Ismed menuturkan menurunnya pendapatan dari kondom meong, membuat PT Mitra Rajawali Banjaran (MRB) selaku anak usaha BUMN RNI tidak bisa melakukan berbagai macam promosi.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Persaingan pasar kondom dalam negeri sangat ketat. Untuk bisa dikenal masyarakat luas memang butuh promosi, permasalahannya untuk promosi itu butuh dana yang besar," kata Ismed.

Padahal kata Ismed, kualitas kondom made in Bandung tersebut sudah berstandar Eropa. "Walau buatan lokal, tapi standar kualitas Kondom Meong dan Artika berstertifikasi Eropa belum lagi dengan harganya yang miring hanya Rp 5.000 per satuan," katanya.

Namun walau berstandar Eropa, kata Ismed, kelemahan kondom 100% lokal ini dikarenakan kemasannya yang belum menarik. "Sehingga konsumen lebih memilih produk lain walau harganya lebih mahal," ucapnya.

Menurutnya pihak produsen yaitu PT MRB sedang mendesain ulang kemasan kondomnya. "Kita juga bekerjasama dengan swasta untuk merubah kemasan agar lebih menarik dan membuat iklan semenarik mungkin. Dan setelah Lebaran kita akan luncurkan iklan dan kemasan terbaru dan mulai gencar berpromosi," tandasnya.

Pihak MRB menargetkan secara perlahan pasar kondom Artika dan Meong bisa menembus 10-15% setelah ada promosi nanti. Saat ini pasar kondom produk BUMN tersebut masih sekitar 2% di pasar dalam negeri.

(rrd/hen)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads