Maraknya makanan dan minuman yang beredar di Indonesia ternyata paling banyak datang dari Malaysia. Data terakhir dari Gabungan Pengusaha Makanan dan Minuman Indonesia (GAPMMI) menyebutkan pada tahun 2011 sebesar 23,69% barang impor di Indonesia datang dari Malaysia.
Sekjen GAPMI, Franky Sibarani menuturkan pada tahun ini Malaysia masih akan tetap menguasai market share barang impor di Indonesia.
"Data tahun ini saya belum tahu, tapi pasti Malaysia. Deket dia ngimpor tinggal lempar," ungkap Franky kepada wartawan di Kementerian Perindustrian, Jumat (6/7/12).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Franky mengatakan, pada triwulan I-2012 data dari BPS mencatat impor mengalami kenaikan sebesar 1,28% dibanding periode yang sama tahun lalu.pada periode Januari hingga Maret 2012 angka impor mencapai US$ 1,2 miliar.
Lebih lanjut dia menyebutkan, market share barang-barang impor di Indonesia menguasai setidaknya 5% pasar domestik.
"Sekitar 4-5% market share pasar domestik," katanya.
Franky menyebutkan masih banyaknya barang impor beredar di Indonesia disebabkan karena kurangnya daya saing barang-barang Indonesia dan juga perlindungan pemerintah terhadap barang lokal dan pemahaman produsen dan konsumen terhadap barang impor yang masuk terutama barang yang ilegal.
"Ujung-ujungnya ya karena daya saing kita, tapi untuk situasi seperti ini perlindungan dari pemerintah pun penting. Dan pemahaman terhadap peraturan untuk barang ilegal," tandasnya.
(zlf/dru)











































