Ketua Umum Asosiasi Pertekstilan Indonesia, Ade Sudrajat mengatakan saat ini RI kebanjiran produk tekstil baik berupa pakaian jadi maupun kain.
"Permintaan pasar dalam negeri cukup baik, tapi diisi oleh barang-barang impor dari berbagai negara, paling besar ya biasa dari Tiongkok," ungkap Ade saat dihubungi detikFinance, Senin (9/7/12).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Karena di Tiongkok ada beberapa perusahaan yang tutup, jadi barang sisanya dikirim ke Indonesia. Barang sisa tapi baru," katanya.
Ade mengatakan, jelang lebaran nanti diprediksikan permintaan pakaian jadi akan melonjak, sehingga mulai dari saat ini, para pengusaha garmen mulai memproduksi dengan bahan baku dari China yang berbentuk kain lembaran.
"Mereka kan persiapan sekarang, jahitnya untuk jelang lebaran nanti," tambahnya.
Menurut Ade, saat ini, pada semester pertama, RI masih mengalami defisit sebesar 2% untuk kinerja ekspor impor produk tekstil.
"Kita masih minus, 2% semester pertama ini, tapi kita berharap Juli nanti tidak," pungkasnya.
(zlf/ang)










































