Di China, industri mainan sangat berkembang, sampai-sampai dalam ajang pameran Spielwarenmesse International Toy Fair di Nuremberg Jerman 2013, China akan mengirimkan 235 perusahaanya sementara Indonesia hanya 16 perusahaan.
"Produk China punya inovasi sendiri seperti pemberian chip dan mekanik pada unsur boneka, mereka sangat established," kata Dirut PT Kanage Internasional Agus ketika kepada detikFinance di Intercotinental MidPlaza, Jakarta (12/07/12).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Itu yang kurang dari kita. tantangan kita tentu saja penyatuan mekanik dengan boneka. Indonesia sendiri lebih ke arah konvensional dengan produk boneka
soft boneka, unsur teknologi sangat minim," Jelas Agus.
Agus mengatakan perusahaan bonekanya akan ambil bagian dalam pergelaran pameran boneka internasional di Jerman. Ia akan menjual produknya dengan harga US$ 3/piece. Kedepan Agus berusaha untuk menerapkan teknologi gerak dan suara untuk berusaha bersaing dengan China.
"China punya teknologi canggih, tapi kita tidak takut, local market masih menjadi antisipasi kita jika trading ke Eropa minim," Ungkap Agus.
PT Kanage Internasional telah mengekspor produknya ke Malaysia dan Pakistan. Eropa menjadi bidikan selanjutnya. Lokal Market Indonesia pertahunnya meningkat 30 %. Hal tersebut yang membuat PT Kanage Internasional tetap berkomitmen pada pasar domestik. Agus mengaku resah resah terkait membanjirnya produk mainan China di Indonesia.
"Untuk mainan impor kita sendiri banyak boneka plastik dari China tetapi kita tidak gentar dengan produk China, retail juga bisa melihat bagaimana produk China seperti custom, waktu, uncertain quality dan ada risiko disana, produksi lokal masih sedikit dan minim teknologi," pungkas Agus.
(feb/hen)











































