"Belum ada perkembangan berarti dari JSS, saya belum sampai disitu apakah JSS bisa tercapai pembangunannya atau tidak. Jikapun teralisasi, saya pikir dengan tumbuhnya pusat baja baru, kita harap gunakan baja dalam negeri untuk pembangunan JSS," kata Sekjen Kementerian Perindustrian Ansari Bukhari ketika dacara Gelar Produk IKM 2012, Jl Gatot Soebroto, Jakarta, Selasa (17/7/2012)
Meskipun Ansari mengakui dari sisi kinerja, pertumbuhan industri baja dalam negeri belakangan ini melambat. Ansari menjelaskan bahwa pertumbuhan indstri baja hanya tumbuh 10%. Pihaknya sedang melakukan berbagai cara untuk memperkuat pertumbuhan industri baja nasional.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ansari menuturkan, saat ini mulai ada investasi investasi yang ada di sektor industri baja hulu yang mengolah biji besi menjadi produk hilir.
Ansari menjelaskan rata-rata nilai investasi hilirisasi di Indonesia antaralain di Batu Wijen hampir US$ 1,5 miliar. Kemudian KS juga membangun di Batu Wijen dengan nilai investasi US$ 300 juta, dan akan terus dilakukan seperti di Cilegon dan juga Yogyakarta.
(hen/hen)











































