RI Segera Punya 'Silicon Valley' Berkat Foxconn

RI Segera Punya 'Silicon Valley' Berkat Foxconn

Zulfi Suhendra - detikFinance
Jumat, 20 Jul 2012 14:26 WIB
RI Segera Punya Silicon Valley Berkat Foxconn
Jakarta -

Nama Silicon Valley tak lagi asing didengar, terutama di telinga para penggila teknologi. Daerah yang menjadi markas banyak perusahaan teknologi kelas dunia ini akan hadir di Indonesia. Bagaimana caranya?

Menurut Menteri Perindustrian MS Hidayat, pemerintah akan menggandeng Foxconn Technolgy Group untuk mewujudkan mimpi tersebut. Foxconn adalah produsen komponen-komponen elektronik untuk beberapa merk terkenal seperti Apple, Nokia, Google.

Dua dari tiga perusahaan yang baru saja disinggung bermarkas di Silicon Valley yang terletak di bagian selatan San Francisco, California. Silicon Valey 'tiruan' ala Foxconn itu direalisasikan berupa sebuah pabrik baru, yang kemungkinan besar letaknya di pulau Jawa.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Mereka (Foxconn) membutuhkan lahan sekitar 1.000 hektar, dan dia bercita-cita juga untuk membuat Indonesian Silicon Valley di sini," kata Hidayat saat ditemui di kantornya, Jalan Gatot Subroto, Jakarta, Jumat (20/7/2012).

"Harus tahun ini, sesegera mungkin. Untuk tempatnya saya sudah tahu tapi nggak bisa menyebutkan, Untuk lahan 1000 hektar dan infrastruktur yang lengkap itu sulit untuk di luar Jawa," katanya.

Hadirnya pabrik komponen elektronik itu di Indonesia diharapkan bisa menyerap banyak tenaga kerja. Diperkirakan sebanyak 1 juta tenaga kerja baru akan terserap oleh pabrik tersebut.

Seperti diketahui, Foxconn adalah perusahaan manufaktur yang berasal dari Taiwan yang memproduksi komponen-komponen elektronik untuk beberapa merek terkenal seperti Apple, Nokia, Google.

Salah satu produksinya adalah iPad. Foxconn sendiri telah berinvestasi di Brasil dan berencana untuk menambah lima fasilitas produksi baru di negara itu.

Mantan ketua Kadin itu juga akan menyambangi Foxconn demi mempercepat investasi asing tersebut bersama Dirjen Unggulan Berbasis Teknologi Tinggi Budi Darmadi dan Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) ke Taiwan.

(ang/dnl)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads