Hatta Berharap Mobil Listrik Made in Depok Bisa Dijual Seharga Avanza

Hatta Berharap Mobil Listrik Made in Depok Bisa Dijual Seharga Avanza

- detikFinance
Senin, 23 Jul 2012 14:59 WIB
Hatta Berharap Mobil Listrik Made in Depok Bisa Dijual Seharga Avanza
Jakarta - Menteri Koordinator perekonomian Hatta Rajasa berharap mobil listrik jenis city car seperti garapan Dasep Ahmadi, Depok bisa diproduksi massal dan dijual dengan harga terjangkau. Jika perlu, harga mobil listrik itu bisa dijual tak jauh-jauh dari harga 'mobil sejuta umat' Toyota Avanza.

"Saya mengharapkan tidak jauh daripada harga Avanza, harus tak jauh daripada itu," ungkap Hatta di Kantor Menko Perekonomian Lapangan Banteng, Jakarta, Senin (23/7/2012).

Menurutnya pemerintah dalam waktu dekat akan mengeluarkan peraturan untuk mengatur tentang insentif dan pengembangan mobil listrik nasional. Hal ini untuk meningkatkan daya saing mobil listrik buatan dalam negeri.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Jadi PP (Peraturan Pemerintah) akan keluar sebelum 30 Agustus, yang mengatur pembebesan bea, barang modal dan lain," sambungnya.

Hatta juga menjelaskan, nantinya jika diproduksi secara massal, mobil listrik harus mengandung minimal 70% komponen lokal. "Harus di atas 70% karena komponen utamanya itu baterai, struturnya kita punya, platnya kita punya, komponennya kita punya kemudian sistem transmisi kita kembangkan, ban kita punya," tutup Hatta.

Berdasarkan situs resmi Auto2000, harga mobil New Avanza dibanderol mulai dari Rp 145.750.000 hingga Rp 182.900.000 per unit.

Namun kenyataannya mobil listrik garapan Dasep Ahmadi tergolong cukup mahal. Dasep Ahmadi, mengaku membutuhkan dana hingga Rp 300 Juta untuk membuat satu mobil listrik tersebut.

"Investasinya mahal, Rp 300 Juta, kan ini tergolong prototipe," ungkap Dasep saat dijumpai di Kantor BPPT beberapa waktu lalu.

Ia mengungkapkan, investasi ini tergolong mahal dikarenakan beberapa komponen didatangkan dari luar negeri. "Komponennya 50% impor, 50% lokal. Yang impor itu baterainya, motor listriknya juga impor," ungkap Dasep.


(feb/hen)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads