Tak Mau Batik Diakui Pihak Luar, Perlu Regenerasi Pembatik

Tak Mau Batik Diakui Pihak Luar, Perlu Regenerasi Pembatik

- detikFinance
Selasa, 24 Jul 2012 11:47 WIB
Tak Mau Batik Diakui Pihak Luar, Perlu Regenerasi Pembatik
Foto: Dok. detikFinance
Jakarta - Industri batik Indonesia saat ini berkembang pesat. Pemerintah tak ingin batik diakui sebagai warisan budaya oleh negara-negara lain. Namun ada syaratnya.

Menteri Perindustrian MS. Hidayat menyatakan, perkembangan industri batik di Indonesia, khususnya batik tulis tidak disertai oleh jumlah perajin batik yang terus menurun.

"Saya tidak ingin ada pihak luar mengklaim batik warisan budaya kita hanya karena keengganan kita sendiri untuk melestarikannya. Saat ini kemajuan dan perkembangan batik tidak diimbangi dengan regenerasi para pembatik itu sendiri, terutama batik tulis," tutur Hidayat dalam persemian Pameran Batik Warisan Budaya Ke-V yang bertemakan Batik Is My Heart di Plasa Pameran Industri, Kementerian Perindustrian, Jakarta, Selasa (24/7/2012).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Padahal, Hidayat mengatakan usaha batik merupakan salah satu sandaran hidup bagi banyak orang. Walaupun, usaha industri batik dilakoni oleh industri-industri kecil, namun usaha ini justru menjadi kegiatan ekonomi yang memiliki potensi, dan peran strategis dalam mewujudkan perekonomian yang berkembang.

Dia pun mengaku sangat bangga dengan eksistensi batik yang telah diakui oleh UNESCO sejak 2009.

"Kita pun patut bangga bahwa respons dunia terhadap batik Indonesia sangat baik, dan sudah diakui dunia sebagai Warisan Budaya Tak Benda oleh UNESCO tahun 2009," tegasnya.

Menurut Hidayat, pelestarian batik harus dilakukan oleh setiap kalangan, pemerintah dalam hal ini pun telah melakukan upaya-upaya dalam bentuk perlindungan hukum, jaminan mutu, dan identitas terhadap batik Indonesia.

"Batik Indonesia telah didaftarkan dengan logo batikmark," tutup Hidayat.

Tak hanya itu, salah satu upaya pelestarian itu juga dilakukan dengan menggelar pameran batik Indonesia. Hal ini diperlukan guna menjaga kelangsungan warisan budaya ini.

(zul/dnl)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads