Menteri Perindustrian, MS Hidayat mengatakan, pemerintah harus memutar otak. Pasalnya, Malaysia pun sedang gencar menggenjot kawasan industri di negara mereka.
Bukan tidak mungkin, para investor akan berlarian ke Malaysia dan Singapura apabila ketersediaan lahan dalam negeri tidak terjamin.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Hidayat menuturkan, saat ini permintaaan lahan untuk industri di daerah Jawa Barat semakin menipis. "Kawasan industri di Jabar, sold out. Saya sedang repot menangani permintaan," tambahnya.
Lebih lanjut dia menambahkan, untuk menyediakan lahan industri di luar Pulau Jawa, pemerintah setidaknya memerlukan waktu hingga 2 tahun.
"Dibutuhkan waktu hingga satu sampai 2 tahun lagi, untuk memenuhi kebutuhan infrastruktur yang lengkap. Ya itu beyond our expectations," tambahnya.
Oleh karena itu, lahan untuk kawasan industri di Pulau Jawa masih menjadi andalan pemerintah, Hidayat mencontohkan Karawang. Pemerintah sedang mempersiapkan lahan seluas 3.000-5.000 hektar untuk memfasilitasi investor dari Jepang yang berniat membangun pabrik manufaktur di sektor elektronik dan otomotif.
"Di Karawang, disiapkan 3.000-5.000 hektare. Itu dari Jepang. Ingin masuk dan konsentrasi ke elektronik, machinery, dan otomotif. Mereka menghendaki tidak menggunakan Pelabuhan Tanjung Priok lagi. Jadi menghendaki pelabuhan baru. Itu utk 5 tahun ke depan," katanya.
Selain di Pulau Jawa, pemerintah pun menuiapkan lahan industri merambah ke kawasan Pulau Sumatera yang dinilai memeiliki peminat yang tak kalah besar yaitu di Pulau Bintan.
(zlf/ang)











































