Kementerian Perindustrian sudah berkoordinasi dengan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan untuk melakukan langkah-langkah melestarikan kemampuan membatik.
"Sebenernya batik ini sudah kami titipkan ke beberapa sekolah. Pak menteri (menteri perindustrian) juga sudah menyurati Mendikbud untuk menjaga batik ini agar generasi ke generasi bisa diajarkan," ungkap Dirjen Industri Kecil dan Menengah Kementerian Perindustrian Euis Saedah di kantornya, Jl Gatot Soebroto, Selasa (24/7/12).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Beberapa kota di Jogja dan Solo dari SMP itu sudah diajarkan pelajaran batik. Bukunya juga sudah ada, tapi selama ini buku batik itu kan kesannya mewah, kertasnya dan motifnya bagus, Jadi orang minder bacanya," katanya.
Sebelumnya, Menteri Perindustrian MS HIdayat mengatakan, perkembangan industri batik tidak seiring dengan jumlah generasi perajin batik itu sendiri. Minimnya generasi pembatik bisa mengancam keberlangsungan warisan asli budaya Indonesia.
"Saat ini kemajuan dan perkembangan batik tidak diimbangi dengan regenerasi para pembatik itu sendiri, terutama batik tulis," pungka Hidayat.
(zlf/hen)











































