Bangun Silicon Valley di RI, Foxconn Butuh Tanah 500 Hektar

Bangun Silicon Valley di RI, Foxconn Butuh Tanah 500 Hektar

- detikFinance
Rabu, 25 Jul 2012 15:51 WIB
Bangun Silicon Valley di RI, Foxconn Butuh Tanah 500 Hektar
Jakarta - Kementerian Perindustrian merasa yakin, Fraoxconn Technology Group di Taiwan bakal masih ke Indoneisa dan membuat markas seperti Silicon Valley.

Menteri Perindustrian MS Hidayat memastikan, Foxconn yang meruapakan perusahaan elektronik dari Taiwan akan membangun pabriknya disini dengan lahan seluas 500 hektar.

"Iya, dia sudah memastikan di sini lahan yang dibutuhkan 500 hektar, nanti bertahap 50 hektar dulu, lalu 400 lalu sisanya," ungkap Hidayat saat ditemui di kantornya, Rabu, Jakat (25/7/12).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Total investasi yang akan digelontorkan Foxconn sendiri masih akan bertahap. Hidayat mengatakan, dalam periode 5-10 tahun total investasi yang akan dikeluarkan di Indonesia bisa mencapai US$ 10 miliar.

"Investasinya selama 5 sampai 10 tahun bisa US$ 10 miliar lebih," tambahnya.

Dengan alasan ketersediaan infrastruktur yang lebih siap, Pulau Jawa nampaknya menjadi pilihan bagi Foxconn untuk membuat kawasan industrinya yang digadang-gadang akan membuat silicon valley di Indonesia.

"Nanti tempatnya di Pulau Jawa, karena faktor infrastruktur, transportasi, dan mereka juga ingin komunikasi dengan bandar udara," ungkapnya.

Namun, sayangnya Hidayat masih merahasiakan dimana tepatnya pabrik ini akan dibangun.

"Di pulau Jawa, tepatnya belum bisa saya sebutkan, 1-2 hari lagilah. Saya mau lapor Presiden dulu. Kalau groundbreaking-nya akhir tahun ini atau awal tahun depan," pungkasnya.

Seperti diketahui, Foxconn Technology Group adalah perusahaan manufaktur yang berasal dari Taiwan yang memproduksi komponen-komponen elektronik untuk beberapa merk terkenal seperti Apple, Nokia, Google.

Foxconn Technology Group (Foxconn) tertarik untuk membangun pabrik di Indonesia. Foxconn adalah perusahaan manufaktur mitra Apple. Salah satu produksinya adalah Ipad. Foxconn sendiri telah berinvestasi di Brasil dan berencana untuk menambah lima fasilitas produksi baru di negara itu.


(zul/dnl)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads