Direktur PT Indofood Sukses Makmur Tbk Franky Welirang menuturkan tidak tahu menahu soal rencana pemerintah itu.
"Nggak itu, malah saya tidak tahu soal itu. Berita baru ini," ungkap Franky saat ditemui wartawan di Bistro Boulevard, Jalan Cut Meutia, Jakarta, Rabu (1/8/12).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kalau niat sih semua orang pun bisa, tapi kita harus perhitungkan juga pasarnya disana seperti apa, potensial apa nggak, tapi selama ini kalau di Rusia, pasarnya masih etnik. Mie itu masih besar di Asia, Arab, Jordania, Syria," paparnya.
Franky mengatakan, untuk investasi pembangunan sebuah pabrik mie yang baru, setidaknya dibutuhkan investasi sebesar US$ 10 juta."Besar ya, mungkin kira-kira 10 juta dollar," tutupnya.
Seperti diberitakan sebelumnya, Menko Perekonomian Hatta Rajasa melakukan Sidang Komisi Bersama dengan pemerintah Rusia. Salah satu yang dijajaki adalah pembangunan pabrik mie instant di Rusia.
Hatta Rajasa mengatakan, produksi gandum Rusia yang sangat besar sangat berpotensi untuk digarap oleh industri di Indonesia, khususnya industri mie instant ini.
"Di Kazakhstan kita sudah akan membangun pabrik mie instant. Di sini (Rusia) juga begitu, tampaknya Indofood tertarik untuk membangun pabrik Indomie di sini," kata Hatta
(zlf/hen)










































