Pemerintah saat ini baru mengantongi Rp 2 triliun untuk mengambilalih PT Indonesia Asahan Aluminium (Inalum). Total dana yang dibutuhkan untuk rencana ini mencapai Rp 7 triliun.
Pemerintah akan ajukan anggaran Rp 5 triliun untuk membeli Inalum pada tahun 2013. Jumlah ini untuk menambah anggaran yang telah disediakan untuk membeli perusahaan itu pada tahun 2012 sebesar Rp 2 triliun. Hal ini akan kita ajukan kepada DPR.
"Pendanaannya akan disiapkan oleh Menteri Keuangan, senilai maksimal Rp 7 triliun. Dan sekarang sudah tersedia Rp 2 triliun," kata Menteri Perindustrian MS Hidayat di kantor Menko Perekonomian, Jumat (3/8/2012)
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kami telah meminta kami telah membuat matrix Menteri-Menteri yang terkait atau Kementeriannya melakukan tugasnya agar supaya nanti pada saat kita perundingan resmi bulan Agustus keputusan dari pihak Indonesia sudah bulat," katanya.
Menurut Hidayat ada masalah-masalah krusial perlu dirundingkan antara kedua pihak. Untuk menyiapkan perundingan pemerintah Indonesia, sedang melakukan audit terhadap Inalum. "Kita akan opinion dari konsultan dan sebagainya, tapi pada prinsipnya pemerintah tetap bertekad menyelesaikan 100% pengambil alihan Inalum," tegas Hidayat
kontrak kerja sama Indonesia dengan Jepang dalam Inalum bakal berakhir pada Oktober tahun depan. Pemerintah pun sudah ancang-ancang mengambil alih 58,9 persen saham Inalum dari kepemilikan Nippon Asahan Aluminium (NAA) dengan menyiapkan anggaran hingga Rp 7 triliun. Investor yang berminat membeli inalum tersebut adalah NAA sendiri yang masih melobi untuk memperpanjang kontrak.
(hen/dru)











































