BUMN Kondom Ikutan Tanam 2.000 Hektar Kedelai

BUMN Kondom Ikutan Tanam 2.000 Hektar Kedelai

- detikFinance
Jumat, 03 Agu 2012 14:59 WIB
BUMN Kondom Ikutan Tanam 2.000 Hektar Kedelai
Jakarta - Badan Usaha Milik Negara (BUMN) turut mengembangkan kedelai untuk menjaga pasokan dan harga kedelai. Direktur Utama PT Rajawali Nusantara Indonesia (Persero) Ismed Hasan Putro menjelaskan pihaknya dalam waktu dekat akan menanam kedelai sebanyak 2.000 hektar.

"Kita lagi kembangkan percontohan 1.500 hektar di lahan kelapa sawit Mitra Ogan Palembang dan 500 hektar di lahan tebu Jatituju Subang," ungkap Ismed saat berbincang dengan detikFinance, Jumat (3/8/2012) .

BUMN produsen gula, sawit, obat, dan kondom ini menjelaskan jika sebelumnya RNI pernah menanam kedelai namun karena dalam hitungan bisnis tidak menguntungkan program tersebut dihentikan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Dulu RNI pernah mencoba dalam sekala kecil tapi dalam hitungan bisnis tidak menguntungkan sehingga kita hentikan," katanya.

Sebelum Menteri BUMN Dahlan Iskan berjanji jika BUMN akan berkotribusi dalam menjaga ketersediaan kedelai.

Sehingga RNI sebagai BUMN memiliki komitmen menjaga ketersediaan pangan nasional dengan mengembangkan dan menanam kembali kedelai sebagai bagian dari produk bisnis.

"Sekarang kita akan kembangkan lagi tapi secara bisnis tidak menguntungkan tapi itu bentuk kotribusi kita dalam menjaga ketahanan pangan nasional," sebutnya.

Guna mensukseskan program tersebut, RNI akan menggandeng Dinas Pertanian setempat untuk pengadaan bibit.

"Kita sinergi dinas pertanian setempoat dalam pengadaan bibit," tutup Ismed.

(feb/dru)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads