Dalam keterangan tertulis Beoing seperti dikutip AFP, Sabtu (4/8/2012), pembelian pesawat tersebut membutuhkan persetujuan dari Pemerintah China, dan Boeing siap membantu perizinan tersebut.
Maskapai asal negeri tirai bambu itu membutuhkan pesawat baru agar bisa menambahkan rute penerbangan internasional, sehingga bisa meningkatkan jumlah penumpang di Asia Pasifik dan China.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Xiamen Airlines yang akan menjalin kerja sama dengan Skyteam pada akhir tahun ini mengoperasikan enam pesawat 757 dan 77 pesawat next-generation 737.
“Maskapai tersebut akan mengembangkan operasinya dengan menambahkan 200 pesawat pada akhir tahun 2020.”
Permintaan akan tingkat penerbangan udara di China ini melonjak sejalan dengan tingkat ekonomi negaranya yang sedang berkembang pesat. Peningkatan jumlah penumpang tersebut adalah pada kalangan masyarakat tingkat menengah.
China Southern Airlines yang merupakan perusahaan terbesar ketiga di China, bersanding dengan Air China dan China Eastern Airlines ini menguasai 60% kepemilikan saham di Xiamen Airlines.
Selain maskapai China, SilkAir yang merupakan anak usaha Singapore Airlines (SIA) kemarin sudah membeli 54 pesawat Boeing yang baru dengan nilai kerjasama US$ 4,9 miliar. SilkAir juga punya opsi untuk membeli 14 armada pesawat terbang.
Silk Air memesan 23 pesawat 737-800 dan 31 pesawat 727 MAX 8. Berbagai pemesanan pesawat itu bisa membantu Boeing bersaing semakin ketat melawan rivalnya, Airbus.
(ang/ang)











































