Ketua Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) Winarno Tohir mengungkapkan ada kemungkinan RI bisa meraih predikat swasembada kedelai.
"Kemungkinan bisa dicapai pada tahun 2014," ungkapnya dalam acara Diskusi bertemakan 'Ketahanan Pangan Swasembada Kedelai 2014, Mungkinkah?', Selasa (7/8/2012).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Selain itu mengurangi ketergantungan impor dari 70% menjadi 30%," terangnya.
Menurut Winarno, swasembada kedelai yang direncanakan memang saat ini sulit tercapai. Pasalnya, petani yang menanam kedelai berkurang karena tidak menguntungkan disamping lahan untuk menanam kedelai terbatas dan modal petani yang pas-pasan.
Oleh karena itu, pemerintah harus memfasilitasi petani dengan subsidi benih unggul dan dari sisi permodalan.
"Serta lahan alias tanah untuk tanaman kedele diperluas. Dan jaminan harga dasar dari perum Bulog sebagai stabilisator harga pangan nasional," tuturnya.
Kebijakan Bulog dalam menstabilisasi harga dasar kedelai juga sudah disepakati, asalkan harus direvitalisasi terlebih dahulu. "Intinya semua sepakat bahwa bulog yang menstabilisasi harga," ungkap Winarno.
(dru/dru)











































