Salah satunya datang dari Manager Pengembangan Bisnis Pusat Penelitian Perkebunan Gula Nasional, Aris Toharisman. Ia menilai saat ini belum ada kesungguhan dari pemerintah dalam membangun Pabrik Gula (PG) baru untuk mendukung swasembada gula.
"Saat ini belum ada PG yang ground breaking. Untuk membangun pabrik perlu membangun kebun 2 tahun sebelum dirintis kebun tebu," Aris kepada detikFinance di Hotel Intercontinental Jakarta, Selasa (7/8/2012).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Diperlukan tambahan lahan 350 ribu hektar sampai saat ini belum ada. Itu diperlukan untuk PG baru 10 sampai 15 PG," tambahnya.
Terkait rencana pemerintah menambah lahan tebu hingga 500.000 hektar di luar Jawa, Aris mengaku ragu hal tersebut cepat terealisasi karena terdapat berbagai hambatan sosial.
"Jadi lahan untuk tebu 500 ribu itu, kemungkinan di Papua Merauke, Nusa Tenggara dan Pulau Buru. Di lapangan persoalannya saya agak pesimis, sebagian lahan adalah hak adat, ada sebagian orang yang mengaku ijin telah lokasi sehingga biaya sosial tinggi," tutup Aris.
(hen/dru)











































