'Pabrik iPad' di Indonesia, Ponsel Impor Ilegal Bisa Dikurangi

'Pabrik iPad' di Indonesia, Ponsel Impor Ilegal Bisa Dikurangi

Feby Dwi Sutianto - detikFinance
Kamis, 16 Agu 2012 07:13 WIB
Pabrik iPad di Indonesia, Ponsel Impor Ilegal Bisa Dikurangi
Foto: Reuters
Jakarta - Menteri Perindustrian MS Hidayat optimistis kehadiran perusahaan industri berbasis teknologi informasi (TI) asal Taiwan, Foxconn Technology Group akan mendorong dampak positif.

Kehadiran Foxconn yang akan merakit hingga memproduksi telepon selular (ponsel) di dalam negeri akan mengurangi impor ponsel sehingga menguntungkan neraca perdagangan.

Menurut Hidayat akhir tahun ini, Foxconn ditargetkan memproduksi 3 juta unit ponsel rakitan merek mereka sendiri. Setelah itu targetnya tahun depan, produksi rakitan ponsel sudah bisa mencapai 10 juta unit.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Setiap tahun ada 40 juta HP (handphone) harus diimpor termasuk yang ilegal, ada BlackBerry di dalamnya," katanya kepada detikFinance, Rabu (15/8/2012)

Bagi Hidayat realisasi produksi Foxconn di Indonesia dengan berbagai komponen produk elektronika termasuk komponen smartphone akan berdampak positif. Ia mengilustrasikan jika 10 juta unit ponsel sudah mampu diproduksi maka keberadaan ponsel ilegal dan derasnya arus impor bisa dipangkas.

"Kalau tahun depan minimum 10 juta unit diproduksi, ini bisa mengurangi tekanan impor, target saya trade balance bisa bagus," katanya.

Seperti diketahui, Foxconn Technology Group adalah perusahaan manufaktur yang berasal dari Taiwan yang memproduksi komponen-komponen elektronik untuk beberapa merk terkenal seperti Apple dan Nokia.

Foxconn sendiri telah berinvestasi di Brasil dan berencana untuk menambah lima fasilitas produksi baru di negara itu.

(hen/ang)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads