"Struktur industri kita setelah krisis (1998) bukan makin bagus dan makin kuat. Sejak akhir Orde Baru, ekspor kita komposisi yang dominan non migas, termasuk industri. Sekarang ekspor pertambangan dan natural resources yang lainnya," jelas Darmin usai Halal Bihalal di kantornya, Jakarta, Senin (27/8/2012).
Akibatnya, Indonesia rentan akan penurunan ekspor ditengah membanjirnya impor bahan baku dalam rangka laju pertumbuhan industri. Darmin mencatat, sepanjang triwulan II-2012, pertumbuhan ekpor Indonesia negatif. Sedangkan impor pada periode yang smaa tumbuh 15%.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Defisit transaksi berjalan periode April-Juni mencapai 3,1% terhadap Gross Domestic Bruto (GDP). "(3,1%) itu kita anggap tidak besar. Namun kita sudah bicara dengan Menteri di Kabinet, untuk jadi prioritas," paparnya.
"Diharapkan rasio defisit transaksi berjalan hingga akhir tahun menjadi 2,3%. Kita harus kelola dengan baik sedemikian rupa," paparnya.
(wep/dru)











































