"Kemarin BI juga menyampaikan bahwa penurunan dari devisa harus dihentikan. Yang diharapkan adalah investasi besar-besaran, dilakukan tahun depan. Kira-kira US$ 18,5 miliar," ungkap Hidayat di kantor Kementerian Perindustrian, (27/8/2012).
Hidayat mengatakan, ada beberapa perusahaan yang sudah siap berinvestasi besar-besaran di Indonesia. Ia menargetkan, lebih dari US$ 20 miliar investasi akan didapat di tahun 2013 nanti.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Ada 2 refinery yang pipe-on sekarang, yaitu di Tuban dan Balongan, masing-masing 10 miliar dollar," ungkapnya.
Juga, tahun ini akan hadir perusahaan manufaktur pembuat komponen elektronik dari Taiwan, yaitu Foxconn Technology Group yang akan berinvestasi sebesar US$ 5 miliar.
"Selanjutnya, Foxconn US$ 5 miliar, dan Petrokimia Honam yang akam meproduksi produk kimia yang biasa kita pakai, investasinya US$ 5 miliar," paparnya.
"Kalau 2 itu (refinery) masuk US$ 20 miliar, Foxcon US$ 5 miliar, Honam kira-kira US$ 5 miliar. Jangan takut kita nggak ada investasi," imbuhnya.
Hidayat mengatakan, semua itu bisa terealisasi asalkan pemerintah dalam hal ini bisa berkontribusi dengan baik, dan memiliki sikap proaktif.
"Dibutuhkan attitude yang sama dengan pemerintah, tidak bersikap business as usual," pungkasnya.
(zul/dru)











































