Menteri Perindustrian MS Hidayat menegaskan, nantinya para tenaga kerja yang akan bekerja di pabrik Foxconn di Indonesia akan diberikan sistem kerja yang layak.
"Saya belum baca berita itu tapi, rasanya kalau di Indonesia termasuk persyaratan dengan kondisi perburuhan bakal proper (layak)," ungkap Hidayat saat ditemui wartawan di Kantor Kementerian Perindustrian, Senin (27/8/12).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kita punya sistem tenaga kerja sendiri disini. Beda negara, beda aturan. Kita punya aturan main sendiri dimana si pekerja dan si pemberi kerja itu sama-sama fit (saling mencukupi)," kata Budi.
Seperti diketahui Foxconn, pabrik pembuat kompoenen iPhone dari Apple di China menyelidiki kematian ke-14 dari karyawannya. Ke-14 karyawan itu bunuh diri sepanjang setahun terakhir.
Ke-14 orang yang meninggal karena bunuh diri itu semuanya tewas setelah jatuh dari bangunan tinggi seperti asrama atau apartemen. Pihak Foxconn mengaku telah bekerjasama dengan polisi setempat untuk menyelidiki kematian para karyawan pembuat iPhone.
Kematian tersebut membuat Cina disorot. Kasus Foxconn dianggap sebagai wakil dari buruknya keselamatan kerja di Negeri Tirai Bambu itu. Mei lalu, kantor pusat Foxconn di Hong Kong digoyang protes. Sejumlah aktivis mengkritik budaya kerja di Foxconn yang mirip gaya militer. Di pabrik Foxconn saat ini ada 300 ribu karyawan di pabrik Longhua.
Foxconn sendiri akan membuat pabrik pembuat komponen elektronik di Cikande, Banten pada akhir tahun ini. Diperkirakan, pabrik ini akan menyerap sebanyak 1 juta tenaga kerja.
(zlf/ang)











































