Menteri Perindustrian, MS Hidayat mengatakan pabrik yang akan mulai beroperasi di tahun 2015 ini setidaknya akan menyerap 30 ribu orang tenaga kerja.
"Ini akan menyerap tenaga kerja 30 ribu orang dan memiliki kapasitas total 1,8 juta ton yang terbagi menjadi 3 tahap," ungkap Hidayat saat ditemui wartawan di kantornya, Kamis (30/8/2012).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sedangkan tahap ketiga akan verlangsung di tahun 2020 untuk proses produksi 0,6 juta ton alumina, 0,3 juta ton ingot alumunium dan 600 MW power plant.
Hidayat menjelaskan, investasi pabrik alumina ini akan mencapai US$ 7,1 miliar. "Sedangkan nilai investasi proyek pabrik pemurnian alumina sebesar US$ 7,1 miliar," katanya.
Di tempat yang sama, Dirjen Basis Industri Manufaktur Kementerian Perindustrian, Panggah Susanto mengungkapkan, lokasi yang akan dilirik oleh investor China ini adalah di kawasan Kalimantan Barat.
"Di Kalimantan Barat," tutur Panggah.
(zlf/dru)










































