"Di dalam negeri, kita aja kurang banyak. Dari kebutuhan 500 pilot, kita bisa sampai 300 pilot per tahun," ungkap Herry saat ditemui detikFinance di Gedung DPR/MPR RI, Senin (3/9/2012).
Ia mengatakan, saat ini Indonesia memiliki 14 unit sekolah khusus untuk calon- calon pilot agar bisa memasok kebutuhan pilot dalam negeri.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lebih lanjut dia mengatakan, dengan minus kebutuhan pilot ini, kemungkinan Indonesia akan merekrut pilot asing untuk menutupi krisis kebutuhan pilot ini.
"Sementara itu di akhir-akhir, kita akan kasih kesempatan asing untuk masuk," katanya.
Sebelumnya, perusahaan pemasok dan pembuat pesawat terbang asal AS, Boeing mengungkapkan Asia Pasifik akan membutuhkan 185.600 pilot baru dan 243.500 teknisi hingga tahun 2030 nanti.
Asia Pasifik menjadi salah satu kawasan yang sektor aviasi alias penerbangannya tumbuh cukup pesat. Namun, permasalahannya adalah kawasan ini akan mengalami krisis pilot dan teknisi pesawat dalam satu dekade ke depan. Hal ini dikarenakan semakin terus berkembangnya perusahaan penerbangan dan modernisasi transportasi.
(zul/dru)











































