Dahlan beralasan butuh waktu lagi untuk peningkatan kapasitas untuk membangkitkan kembali proyek N-250. Saat ini ia belum memikirkan lebih jauh soal pengembangan pesawat nasional tersebut.
"Sekarang ini yang kita tunggu adalah proyek yang 295, dan kita akan datangkan dua dulu dari sana (Spanyol) dalam bentuk jadi dengan kompensasi kita mendalami teknologinya serta mengirim orang ke sana," kata Dahlan di kantornya, Jumat (7/9/2012)
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Setelah itu kita akan kirim komponen-komponen untuk 295 ke Spanyol terus dirakit disana. Akan ada sekitar 2-4 pesawat yang nanti dikirim kesini dalam bentuk pesawat jadi," katanya.
Selanjutnya pihak Spanyol akan kirim beberapa komponen ke Indonesia dan akan dibuat lebih banyak komponen di dalam negeri, sehingga NC 295 bisa dirakit di Bandung.
"Setelah itu selesai baru sebaikanya kita memikirkan N 250," katanya.
Menurut Dahlan PT DI saat ini masih proses pemulihan keuangan setelah sebelum didera masalah finansial. Diharapkan dalam waktu tidak lama lagi, PT DI kembali pulih secara keuangan dan lebih banyak lagi mendapat pesanan komponen pesawat.
"Ibaratnya PT DI dulu itu kan masuk ICU, kemudian rawat inap dan sekarang ini masih rawat jalan. Dan pasien yang statusnya masih rawat jalan jangan disuruh marathon nanti kolpas di tengah jalan. Biarlah senam dulu kemudian jogging dulu baru kelak di suruh lari," kata.
(hen/dru)











































