Hal ini disampaikan oleh Menteri Perindustrian MS. Hidayat saat ditemui di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Rabu (19/9/2012).
"Seperti ibu yang mau melahirkan, sudah 9 bulan tinggal dilahirkan, menunggu Perpres keluar saja," ungkap Hidayat.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut Hidayat, Perpres tersebut yang saat ini sedang digodok oleh Kementerian Keuangan dan Sekretariat Negara itu mengatur bagaimana pemberian insentif pajak.
"Dirundingkan dengan menteri keuangan dan akan dituangkan pada Perpres. Perpres tinggal diomongin sama Pak Agus (Menteri Keuangan) dan Setneg," katanya.
Produk-produk yang diatur dalam Perpres LCGC yaitu produk hybrid, low carbon, fuel cell, diesel advance, CNG, dan biofuel. Proses perundingan ini menurut Hidayat sudah memakan waktu 2 tahun.
"Sudah 2 tahun proses perundingan, mereka (Astra) mau jual tetapi Perpres belum keluar. Tadi saya lihat modelnya bagus dan harganya hanya US$ 10.000 sekitar Rp 90 juta. Modelnya green car jarak 21-22 km/liter juga 84% kandungan lokal," tutupnya.
(wij/dnl)










































