Maskapai Penerbangan asal Malaysia AirAsia tak gentar menghadapi munculnya maskapai penerbangan baru milik Lion Air di Malaysia yaitu Malindo Airways.
Chief Executive Officer Grup AirAsia Tony Fernandes mengatakan, pihaknya mempunyai empat modal penting untuk bisa bertarung di kelas penerbangan murah (low cost carrier/LCC).
"Dalam menjalankan bisnis, AirAsia hanya bertumpu pada empat cara," kata Tony kepada detikFinance saat ditemui di kantornya, Jakarta, Rabu (19/9/2012).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kita melakukan kerjasama yang sangat baik, tidak hanya antara tim marketing dengan para pilot, tapi juga teknisi," tegas Tony.
Kemudian cara ketiga adalah memanfaatkan sistem digital. Selama ini, AirAsia memang mengandalkan teknologi digital dalam menjalankan marketing dan branding.
"Ini (digital) tentu menekan biaya. Dengan memanfaatkan teknologi tingkat keterkenalan AirAsia saya rasa jauh lebihi Lion Air. Kami ada di Inggris, Jepang. Kami memiliki pelanggan yang banyak. Orang akan lebih kenal AirAsia dibandingkan Lion," kata Tony.
Cara keempat yang tak kalah penting adalah disiplin. Kami selalu menjalankan bisnis yang sama sejak awal berdiri. Sejak 10 tahun lalu dan hingga kini kita bisa melihat makin banyak maskapai penerbangan yang muncul.
"Empat kunci sukses ini menjadi andalan kita dan akan tetap dipertahankan. Khusus internet, bisa terlihat pertumbuhannya sangat tinggi di Asia. Internet menjadi nilai positif sendiri untuk menekan biaya. Selain itu internet juga mendekatkan kita dengan pelanggan, dengan memanfaatkan facebook dan twitter. Kini kami memiliki Mobile Application. Airlines dan digital, inilah saatnya," tegas Tony.
Seperti diketahui, Lion Air baru-baru ini mendirikan maskapai penerbangan murah bernama Malindo Airways di Malaysia. Pihak Lion Air menyatakan siap untuk berkompetisi dengan AirAsia yang selama ini telah lama menguasai bisnis penerbangan murah.
Malindo Airways ini direncanakan akan 'mengepakkan sayapnya' ke berbagai kota di Indonesia dan termasuk Manila, Hanoi serta kota di Australia dan China.
Dalam satu dekade kedepan diharapkan perusahaan ini bakal mengoperasikan 100 pesawat termasuk 5 pesawat terbaru Boeing 787 Dreamliners yang siap datang di 2015. Pesawat terbaru Boeing tersebuti siap diterbangkan Malindo Airways ke Eropa. (dnl/ang)










































