Menteri Perindustrian, MS Hidayat berjanji hal-hal terkait pasokan gas ini akan diserahkan kepada Wakil Presiden Boediono.
"Saya sudah janji, untuk sektor industri, kebutuhan suplai gas nanti saya serahkan ke Wapres. Kalau pemerintah sudah bisa penuhi, baru kita mengundang asosiasi mereka untuk produksi berikutnya, kita bikin kompatibel," ungkap Hidayat saat ditemui di acara JIEXPO Kemayoran, Jakarta, Jumat (21/9/12).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kita dari pemerintah menyiapkan dulu gas suplainya yang cukup untuk industri, karena bukan hanya dipakai untuk bahan bakar saja, tapi juga dipakai untuk proses assembling-nya," jelasnya.
Hidayat mencontohkan, perusahaan industri mobil Daihatsu yang usahanya terbentur dengan pasokan gas yang terhenti.
"Karena (gas) bukan hanya dipakai untuk bahan bakar saja, tapi juga dipakai untuk proses assembling-nya. Sebagai contoh, tadi Daihatsu ngasih tahu, 2 plant-nya satu belum jalan karena gas supply-nya belum ada lagi," tambahnya.
Secara terpisah, Ketua Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), Sudirman Maman Rusdi mengeluhkan, dengan adanya ketidakpastian terhadap pasokan gas ini, dia harus menggelontorkan biaya tambahan untuk usahanya.
"Kalau gas itu kan kita katakan pasokannya juga masih terbatas, pabrik saya itu di Sunter itu juga gunakan gas untuk pabrik pengecatan, ada dua pabrik saya, satu pakai gas, satu pakai konvensional. tapi nggak ada supplai gas-nya, double investasi saya untuk itu," katanya.
(zlf/dru)











































