Pengusaha Desak BUMN Perkebunan Segera Punya Holding

Pengusaha Desak BUMN Perkebunan Segera Punya Holding

- detikFinance
Senin, 01 Okt 2012 15:42 WIB
Pengusaha Desak BUMN Perkebunan Segera Punya Holding
Jakarta - Kamar Dagang dan Industri (Kadin) meminta pemerintah untuk serius menangani masalah efisiensi industri gula. Antaralain membuat holding atau induk usaha para BUMN perkebunan yang banyak memiliki pabrik gula.

Wakil Ketua Umum Kadin Indonesia Bidang Perdagangan, Distribusi dan Logistik Natsir Mansyur mengatakan, ada beberapa hal yang harus diperhatikan dalam pembenahan gula nasional. Salah satu yang ekstrem dilakukan adalah dengan menggabungkan PT Perkebunan Nusantara (PTPN) gula dalam satu holding.

"PTPN digabung saja jadi satu holding jadi gampang koordinasi juga efisiensi dan distribusi gula bisa jauh lebih baik," ungkap Natsir di Gedung Kadin Jakarta, Senin (1/10/2012).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menurut Natsir, saat ini pemerintah kurang fokusnya pemerintah pada masalah gula. Baginya, program revitalisasi yang dilakukan pemerintah seperti sebuah wacana dan butuh waktu yang lama untuk dilakukan.

"Revitalisasi kita setuju tapi program ini lambat. Perbaiki mesin dan tanahnya tidak sinergi. Itu harus diperbaiki dan ini tidak sejalan," katanya.

Menurut catatan Kadin Tahun 2012 kebutuhan konsumsi gula di Indonesia mencapai 2,7 juta ton sedangkan produksi hanya bisa mencapai 2,1 juta ton. Ini berarti produksi gula dalam negeri hanya mampu melayani 167 juta penduduk dari 240 juta penduduk Indonesia.

"Rencana pemerintah untuk revitalisasi masih jauh dari harapan dan masih sulit dilakukan. Selain itu ada rencana pemerintah impor 260 ribu ton. Kita setuju yang penting pengawasan lebih ketat dan mekanisme yang cukup bagus. Produksi kita cukup kurang dan masalah gula masih terus terjadi hingga 5-10 tahun ke depan," tutupnya.

(wij/hen)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads