Direktur Utama PT Rajawali Nusantara Indonesia Ismed Hasan Putro mengaku, pihaknya merasa dipersulit saat mengurus perizinan lahan pertanian baru untuk mengembangkan lahan tebunya.
"Swasembada gula 2014 Indonesia sulit terwujud dan jauh dari mimpi. Karena masalah terbesar di perizinan lahan," kata Ismed kepada detikFinance, Selasa (2/10/2012).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Mengurus lahan di Kementerian Kehutanan 2,5 tahun itu belum tentu kita dapat lahan baru untuk tebu. Kalau swasta lebih gampang untuk mengurus izin lahan tebu, kalau kita (BUMN) lebih lama," paparnya.
(hen/dnl)











































