"Mengenai rotan, ekspornya terlihat terus tumbuh dan meningkat," kata Dirjen Perdagangan Luar Negeri Kementerian Perdagangan Deddy Saleh, Selasa (2/10/2012).
Ia mengatakan nilai ekspor produk rotan periode 1 Januari-30 Juni 2012 mencapai lebih dari US$ 112 juta. Angka tersebut diketahui dari hasil Laporan Surveyor (LS).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Saat ini (sampai bulan September 2012) ekspor barang jadi rotan itu masih meningkat, periode Januari-September 2012 sebesar US$ 187 juta bila dibandingkan 2011 hanya US$ 108,96 juta, jadi ada peningkatan 44,81%," tuturnya.
Indonesia merupakan salah satu penghasil bahan baku rotan terbesar di dunia. Hilirisasi pada industri rotan membuat nilai tambah yang semakin besar. "Ada penambahan atau kenaikan 19,81% dari nilai tambah dibandingkan tahun 2011," katanya.
Berdasarkan data statistik Kementerian Perdagangan, terdapat lima negara maju paling berminat terhadap produk rotan Indonesia, yakni, Amerika Serikat, China, Jepang, Jerman, dan Belanda. Indonesia merupakan pangsa pasar ke-2 terbesar di dunia untuk ekspor produk rotan.
"Mengenai rotan ekspornya terlihat terus meningkat. Misalnya ke Jepang naik dengan porsinya 17,7%, sedangkan ke Amerika dan Eropa itu masih mengalami peningkatan meski relatif kecil karena belum pulih dari krisis," tutupnya.
(wij/hen)











































