Pemerintah Bujuk Indofood Buka Pabrik Indomie di Serbia

Pemerintah Bujuk Indofood Buka Pabrik Indomie di Serbia

Wiji Nurhayat - detikFinance
Selasa, 02 Okt 2012 18:40 WIB
Pemerintah Bujuk Indofood Buka Pabrik Indomie di Serbia
Jakarta - Produk-produk asal Indonesia ternyata disukai oleh masyarakat Eropa Timur termasuk juga Serbia. Pemerintah tengah membujuk pengusaha Indonesia termasuk Indofood untuk berekspansi.

Dirjen Perdagangan Luar Negeri Kementerian Perdagangan Deddy Saleh mengatakan, produk Indomie keluaran Indofood ternyata juga diminati di Eropa Timur seperti Serbia. Pemerintah pun membujuk Indofood membuka pabrik Indomie di Serbia untuk meningkatkan nilai perdagangan Indonesia.

"Indofood rencananya akan melakukan investasi di Ukraina. Lalu saya tanya bagaimana juga kalau buka di Serbia. Indofood akan buka di Turki juga. Sedang dibujuk untuk masuk Serbia," kata Deddy di Kantor Kementerian Perdagangan Jakarta Pusat, Selasa (2/10/2012).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dikatakan Deddy, hasil kunjungannya ke Serbia memperlihatkan terbukanya jalur investasi yang akan ditawarkan Serbia ke Indonesia.

"Minggu kemarin saya dan teman-teman pengusaha ke Serbia. Ternyata didapat angka impor barang dari Indonesia mencapai US$ 45 juta, dan ini mengindikasikan minat pihak Serbia pada produk Indonesia," ungkap Deddy.

Deddy mengajak pengusaha lokal seperti Wilmar, Archilles, dan Indofood untuk menemaninya sekalian melihat peluang investasi di negara tersebut.

"Saya bawa Wilmar pengusaha CPO sudah ada permintaan baik CPO untuk produk turunannya, maupun untuk biofuel. Untuk Perusahaan kakao di Tangerang yang menghasilkan white cholote itu sudah dipertemukan dengan perusahaan cokelat tebesar di kawasan timur Eropa namanya Staar. Mereka janji melihat kualitas kakao Indonesia," katanya.

Tidak hanya produk CPO dan Kakao, ketertarikan Serbia pada ban Indonesia juga tinggi. Bahkan Serbia secara langsung meminta untuk disediakan 1 juta unit ban dari melalui perusahaan Archilles.

"Kita tawarkan juga ban Archiles dan Multistarada ada permintaan dari sana 1 juta unit ban dalam waktu 1 tahun kita lihat ada peluang juga untuk ban," katanya.

(wij/dnl)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads