Follow detikFinance Follow Linkedin
Rabu, 03 Okt 2012 07:44 WIB

Tiran Ajak Timur Tengah Bangun Pabrik Gula Di Sultra Rp 5 Triliun

- detikFinance
Kendari - Menjawab kekurangan kebutuhan gula khususnya, di wilayah kawasan Indonesia Timur, PT Tiran Group bekerjasama dengan perusahaan Timur Tengah akan membangun dua unit pabrik gula di Kabupaten Konawe Selatan, Sulawesi Tenggara.

Direktur Utama Tiran Amran Sulaiman mengatakan, saat ini kebutuhan akan gula di kawasan timur Indonesia mencapai 240 ribu ton gula per tahun. Sementara kemampuan untuk menyuplai kebutuhan gula hanya ada di empat pabrik, yakni Bone, Camming, Takalar dan Gorontalo.

Sedangkan kemampuan produksinya sekitar 40 ribu ton, sehingga masih kekurangan sekitar 200 ribu ton untuk kawasan Timur Indonesia, akibatnya pemerintah mengimpor gula.

“Masak kita impor, negara kita kaya, lahan kita luas, inilah yang menjadi alasan PT Tiran membangun pabrik gula Bahteramas, dengan bersinegri pemerintah daerah, kita akan membangun dua unit pabrik di Konsel,” kata Amran di Kendari, Selasa (2/10/2012).

Menurutnya, dua pabrik tersebut bisa memproduksi gula sebanyak 200 ribu ton. Sehingga bisa menutupi kebutuhan gula di wilayah Indonesia timur. Nilai investasi untuk pembangunan dua pabrik gula itu mencapai Rp 5 triliun.

“Peletakan batu pertama untuk dua pabrik itu paling lambat akan kami lakukan akhir Desember tahun ini. Kami telah menyiapkan lahan 40 ribu hektar inti dan 20 ribu hektar untuk plasma, sehingga total keseluruhannya 60 ribu hektar," ujarnya.

Amran menjelaskan, saat ini perusahaanya sudah berjalan kurang lebih setahun. Selain itu, sudah melakukan pembebasan tanah seluas 7 ribu hektar lahan dalam waktu lima bulan dan rencananya tahun ini, akan melakukan pembebasan lahan 20 ribu hektar dengan melibatkan seluruh pemangku kebijakan.

“Pembangunan pabrik gula Bahteramas di Konsel sudah beroperasi kurang lebih tujuh bulan, namun kami masih terkendala dengan adanya demo–demo kecil tapi masih dalam batas kewajaran yang dilakukan oleh oknum segelintir orang di lapangan," ujarnya.

Amran menambahkan, pihaknya akan merekrut tenaga kerja lokal hingga ribuan orang, sehingga kesempatan kerja bagi tenaga lokal menjadi prioritas.

"Kita akan merekrut tenaga kerja lokal sekitar 600an selebihnya kita akan cari tenaga–tenaga ahli dan tidak menutup kemungkinan, tenaga ahli juga tenaga atau masyarakat lokal,” tukasnya.



(ang/ang)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com