Hal ini disampaikan oleh Dirjen Industri Agro Kementerian Perindustrian Benny Wahyudi dalam acara Food Ingredients Asia di JIExpo Kemayoran, Jakarta, Rabu (3/10/2012).
"Ketergantungan kita terhadap bahan baku masih cukup besar untuk bagian-bagian tertentu," kata Benny.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Ada lagi, kita masih mengimpor lebih dari 70% bahan baku untuk industri pengolahan susu," katanya.
Perkembangan industri makanan dan minuman ke depan masih mempunyai prospek yang baik, khususnya untuk pasar domestik Indonesia. Jumlah penduduk Indonesia yang lebih dari 230 juta orang dengan pendapatan per kapita US$ 3.500 menjadi pasar besar untuk industri ini.
"Kebutuhan kita akan produk makanan dan minuman cukup besar, kebutuhan BTP kita masih impor 30%," tukasnya.
BTP adalah Bahan Tambahan Pangan, mulai dari pewarna, pemanis buatan, pengawet rasa dan aroma, serta pemutih. Industri dalam negeri sampai tahun ini masih mengimpor dari negara Eropa, Amerika, dan China.
(wij/dnl)











































