Pengusaha: Pabrik yang Beroperasi Lebih Banyak Daripada yang Tutup

Pengusaha: Pabrik yang Beroperasi Lebih Banyak Daripada yang Tutup

Feby Dwi Sutianto - detikFinance
Rabu, 03 Okt 2012 12:24 WIB
Pengusaha: Pabrik yang Beroperasi Lebih Banyak Daripada yang Tutup
Jakarta -

Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) meyakini demo dan aksi mogok massal nasional buruh hari ini hanya berdampak pada kawasan-kawasan industri saja. Apindo meyakini secara komulatif nasional, jumlah pabrik yang beroperasi lebih banyak daripada yang stop produksi.

"Kalau bicara seluruh Indonesia, lebih banyak yang operasi. Sementara kalau kawasan industri berbeda, sebab kalau ditutup pintu masuknya maka karyawan tak bisa masuk. Tapi saya yakin masih banyak yang operasi seperti di Jember, Yogyakarta, Klaten dan banyak wilayah lainnya. Demo-demo di Jabodetabek merugikan wilayah itu sendiri dari sisi investasi," kata Wasekjen Asosiasi Pengusahan Indonesia (Apindo) Franky Sibarani kepada detikFinance, Rabu (3/10/2012)

Franky mengakui mayoritas kawasan industri khususnya di Jabodetabek memang paling terkena imbas dari aksi buruh hari ini. Misalnya dari laporan yang diterima Apindo hari ini, pabrik-pabrik kawasan industri di Cikarang, Bekasi, Tangerang tak bisa produksi karena para pekerja yang ingin bekerja terkena blokir buruh yang demo.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Ada juga beberapa, proses produksi yang tak bisa dihentikan, serikat pekerja mengirimkan perwakilannya, seperti industri consumer goods," katanya.

Ia mengakui kejadian hari ini tentunya merugikan para pelaku industri namun jumlah kerugiannya susah dihitung. Sebagai gambaran, selain pabrik yang total tutup ada juga pabrik yang mengurangi shift-nya dari dua menjadi satu shift.

"Kalau kerugian tidak bisa dikuantitatifkan, secara langsung mereka tak melaporkan, sekarang ini baru terjadi. Konteksnya belum terjadi perusakan, hanya mengganggu penghentian produksi yang harusnya hari ini dikerjakan," katanya.

Diperkirakan setidaknya 80 kawasan industri se-Indonesia pada Rabu (3/10/2012) ini bakal lumpuh. Sebab para buruh yang bekerja di kawasan tersebut menggelar demonstrasi melalui mogok nasional.

"Kita mogok nasional, estimasi kita para buruh ini kan bekerja di 80 kawasan industri, jadi jumlahnya sekitar 3-4 juta. Kami fokuskan kegiatan di kawasan industri. Sedangkan daerah yang tidak punya kawasan industri diarahkan bergerak ke DPRD," terang Sekjen Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) M Rusd.

Dengan memusatkan aksi di kawasan industri, sambung Rusdi, maka para pelaku ekonomi yang akan terganggu kegiatannya. Dalam aksinya mereka mengusung tuntutan agar outsourcing dihapuskan, politik upah murah, dan jaminan kesehatan pekerja.

(hen/dnl)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads