Pengusaha: Kenaikan Upah Buruh Bukan Ditentukan dari Demo

Pengusaha: Kenaikan Upah Buruh Bukan Ditentukan dari Demo

Zulfi Suhendra - detikFinance
Rabu, 03 Okt 2012 14:07 WIB
Pengusaha: Kenaikan Upah Buruh Bukan Ditentukan dari Demo
Jakarta - Ketua Umum Asosiasi Pertekstilan Indonesia (API) Ade Sudrajat menilai demo buruh hari ini akan sia-sia. Menurut Ade, kenaikkan Upah Minimun Regional (UMR) ditentukan bukan dari demo, melainkan dari penciptaan lapangan pekerjaan.

"Bagaimanapun kalau masalah upah itu ditentukan dari tingkat pengangguran kita, Kalau tingkat penganggurannya nol, nggak usah demo pun upahnya akan meroket," ungkap Ade kepada detikFinance, Rabu (3/10/12).

Ade mencontohkan di Negara China yang memiliki nilai upah yang 4 kali lipat lebih tinggi dibanding di Indonesia. Hal ini disebabkan karena tingkat pengangguran di negara ini lebih rendah di banding di Indonesia.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Seperti yang terjadi di China. Di China tidak pernah ada demo. Tapi pada tahun 90, upahnya setengah dari kita, tapi sekarang jumlah pekerjanya besar 1,3 miliar. Maka UMP-nya sudah 4 kali lipat dari kita," tambahnya.

Menurutnya peran pemerintah pun sangat sentral menjaga kondisi perburuhan. Salah satunya dengan menyediakan lapangan pekerjaan yang lebih luas, karena bukan tidak mungkin dengan adanya demo ini, iklim investasi di Indonesia akan surut.

"Sangat berpengaruh terhadap investasi, perdagangan, yang mau investasi jadi nggak jadi karena ini kepentingan politik, untuk siapa, apakah asing apakah siapa," pungkasnya.

Ade menambahkan hingga saat ini tak ada satupun buruh dari perusahaan tekstil yang ikut berdemo hari ini.

"Di perusahaan nggak ada, nggak pada ikut. Mereka nggak pada berminat untuk ikut demo. Mereka lebih mulia mengerjakan sesuatu daripada nuntut yang nggak ada hasilnya," ungkap Ade.

Ia menegaskan perusahaan-perusahaan tekstil tetap menjalankan proses produksi sebagaimana biasanya. Walaupun para buruh yang berdemo sempat memaksa dan mengancam buruh lain agar ikut berdemo.

"Ada yang memaksa, masuk ke dalam untuk mengajak demo, bahkan diancam. Agak sulit kalau begitu, tapi tetap tidak ikut," lanjutnya.

(zlf/hen)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads