"Sekarang pimpinan serikat pekerja ini politis atau bukan, kan semua bisa lihat. Kalau pimpinannya politisi ya politis, nggak mungkin murni aspirasi. Semua sudah tahu kepentingan politiknya lebih kental daripada aspirasi," kata Ketua Umum Asosiasi Peretekstilan Indonesia (API), Ade Sudrajat saat dihubungi detikFinance, Rabu (3/10/12).
Menurut Ade, demo selayaknya tidak dilakukan anarkis dan besar-besaran menyerbu lembaga pemerintahan. Menurutnya, demo diperbolehkan hanya di tingkat perusahaan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ade menambahkan, apapun yang dituntut oleh para pendemo hari ini, tidak serta merta bisa didengar pemerintah, bahkan aksi ini cenderung akan sia-sia. Pasalnya, menurut Ade, jika tuntutannya dituruti, hal ini akan menjadi pemicu demo-demo lain di waktu yang akan datang.
"Apakah pemerintah memberikan tanggapan, apakah tuntutan itu rasional apa tidak, kalau menuntut sesuatu yang tidak rasional itu akan sulit. Apakah akan mempengaruhi perdagangan investasi, nggak bisa keputusan diambil hanya berdasarkan demo. Kalau begitu pasti nanti akan dilakukan dengan cara-cara yang sama," pungkasnya.
Aspirasi buruh dalam demo hari ini mencakup beberapa hal, misalnya yang disampaikan oleh Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI)
"Hapuskan outsourcing, tolak upah murah, jalankan jaminan sosial kesehatan masyarakat pada 2014 bukan 2019. Dengan iuran jaminan kesehatan tetap dibayar pengusaha. Dan jagan korupsi," kata Presiden KSPI Said Iqbal.
(zlf/hen)











































