Ketua II Gabungan Koperasi Tahu Tempe Indonesia (Gakoptindo) Sutaryo mengatakan para perajin tempe tahu mendesak pemerintah segera membuat harga kedelai stabil. Salah satunya dibentuknya peran Perum Bulog untuk menstabilkan harga kedelai yang saat ini masih menunggu peraturan presiden (Perpres)
"Perpres belum turun, katanya bulan ini akan keluar. Jadi yang kita butuhkan stabilitas, bukan soal turun," katanya kepada detikFinance, Jumat (5/10/2012)
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Sekarang ini sudah Rp 7.400-7.500 dari Rp 8.000, sudah dua minggu, yang dikhawatirkan itu fluktuasi, kalau dari harga tinggi ke awah aman, tapi justru sebaliknya yang bahaya," katanya.
Sutaryo menegaskan pihaknya tak akan melakukan mogok massal seperti yang pernah dilakukan oleh anggotanya beberapa waktu lalu. Bagi dia, yang paling penting saat ini konsumen sudah tahu bahwa harga kedelai tinggi sehingga harga tahu dan tempe naik harganya.
"Nggak usah mogok lah, yang peting harga kedelai stabil," katanya.
(hen/dnl)











































