Harga Kedelai Sudah Turun, Perajin Tempe-Tahu Masih Was-was

Harga Kedelai Sudah Turun, Perajin Tempe-Tahu Masih Was-was

- detikFinance
Jumat, 05 Okt 2012 13:27 WIB
Harga Kedelai Sudah Turun, Perajin Tempe-Tahu Masih Was-was
Jakarta - Beberapa pekan terakhir harga kedelai mulai turun dari Rp 8.000 menjadi Rp 7.400-7.500 per Kg. Namun kalangan perajin tempe tahu masih resah soal harga kedelai yang dianggap masih labil.

Ketua II Gabungan Koperasi Tahu Tempe Indonesia (Gakoptindo) Sutaryo mengatakan para perajin tempe tahu mendesak pemerintah segera membuat harga kedelai stabil. Salah satunya dibentuknya peran Perum Bulog untuk menstabilkan harga kedelai yang saat ini masih menunggu peraturan presiden (Perpres)

"Perpres belum turun, katanya bulan ini akan keluar. Jadi yang kita butuhkan stabilitas, bukan soal turun," katanya kepada detikFinance, Jumat (5/10/2012)

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Ia mendesak dengan adanya Perpres tersebut, maka akan ada tata niaga komoditi kedelai di dalam negeri. Saat ini, lanjut Sutaryo, meski harga kedelain turun itu hanya membuat tenang perajin sesaat, namun justru yang dikhawatirkan tiba-tiba harga kedelai kembali melonjak. Hal ini diyakini Sutaryo akan merugikan perajin tahu tempe karena mendapat bahan baku lebih mahal fluktuatif.

"Sekarang ini sudah Rp 7.400-7.500 dari Rp 8.000, sudah dua minggu, yang dikhawatirkan itu fluktuasi, kalau dari harga tinggi ke awah aman, tapi justru sebaliknya yang bahaya," katanya.

Sutaryo menegaskan pihaknya tak akan melakukan mogok massal seperti yang pernah dilakukan oleh anggotanya beberapa waktu lalu. Bagi dia, yang paling penting saat ini konsumen sudah tahu bahwa harga kedelai tinggi sehingga harga tahu dan tempe naik harganya.

"Nggak usah mogok lah, yang peting harga kedelai stabil," katanya.
(hen/dnl)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads