Hal ini diungkapkan oleh Direktur Utama PTPN II, Hataram Muda Nasution saat Rapat Dengar Pendapat dengan Komisi IV DPR Ri di Gedung DPR/MPR RI, Jakarta, Senin (8/10/2012).
"Kalau perlu kita tutup PTPN II itu, karena tebunya. Lebih baik ditutup untuk industri lain, ini memberatkan," ungkap Hataram.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Seperti kasus tanah di indonesia, Sumut mendapat peringkat 1. Ini yang mengakibatkan hampir setiap tahun tebu di PTPN II mengalami gangguan berat," tegasnya.
Selain itu, diapun menyebutkan faktor cuaca juga menjadi hambatan menurunnya produktivitas gula di Sumatera Utara khususnya di 2 pabrik milik PTPN II yakni Sei Semayang dan Kualamadu, karena pasokan tebu yang menurun.
Sehingga, pabrik gula Sei Semayang hanya bergantung terhadap proses produksi raw sugar.
"Sampai hari ini rencana kita PG Semayang yang sangat minim pasokan tebu, sepanjang kita masih melakukan impor gula maka PG yang yang ada di semayang jalan. Kita mengolah raw sugar menjadi GKP (gula kristal putih). Ini yang menolong PG Semayang," paparnya.
(/)











































