Sofjan Wanandi: RI & Malaysia Harus Pegang Kendali Harga CPO Dunia

Sofjan Wanandi: RI & Malaysia Harus Pegang Kendali Harga CPO Dunia

- detikFinance
Selasa, 09 Okt 2012 18:19 WIB
Jakarta - Turunnya harga CPO sejak 2 pekan terakhir membuat Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Sofjan Wanandi angkat bicara. Menurutnya langkah untuk kerjasama dengan Malaysia adalah hal yang lumrah yang harus dilakukan Indonesia untuk melindungi harga CPO.

"Itu baik (kerjasama dengan Malaysia), dan untuk menjaga harganya, karena persaingan harga yang ada ditekan terus oleh konsumen sekarang, itu harus kita kerjasamakan," kata Sofjan di Kantor kementerian Perdagangan Jakarta, Selasa (9/10/2012).

Harga CPO memang terus turun selama 2 pekan terakhir. Saat ini frekuensi harga CPO berada pada kisaran US$700-US$800 per ton dari harga sebelumnya mencapai US$ 1.100/ton.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Indonesia dan Malaysia memang dikabarkan akan melakukan kesepakatan menentukan suplai CPO untuk menghentikan penurunan harga komoditas itu di pasar dunia.

"Saya pikir antara harga dan pasokan sama pentingnya karena suatu saat kita sudah tidak bisa menekan harga maka pasokan harus dikurangi, jadi saya pikir dua-duanya harus kita lihat yang mana yang menguntungkan, tetapi menurut saya lebih baik kita menekan harga jangan pasokan," katanya.

Tahun ini diperkirakan Indonesia akan menghasilkan 22,6 juta ton sawit dengan luas lahan 8,9 juta hektar. Sedangkan Malaysia diprediksi akan produksi 18 juta ton dengan luas lahan 5 juta hektar.

Menurut Sofjan Indonesia dan Malaysia harus bisa memegang kendali terkait harga CPO ini dikarenakan karena keduanya merupakan penguasa produsen 90% CPO dunia.

"Jangan mereka yang permainkan harga kita, Malaysia dan kita itu kuasai 90% dari market. Jadi kita harus pegang kendali, jangan yang beli yang pegang kendali," tutupnya.

(/)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads