"Itu baik (kerjasama dengan Malaysia), dan untuk menjaga harganya, karena persaingan harga yang ada ditekan terus oleh konsumen sekarang, itu harus kita kerjasamakan," kata Sofjan di Kantor kementerian Perdagangan Jakarta, Selasa (9/10/2012).
Harga CPO memang terus turun selama 2 pekan terakhir. Saat ini frekuensi harga CPO berada pada kisaran US$700-US$800 per ton dari harga sebelumnya mencapai US$ 1.100/ton.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Saya pikir antara harga dan pasokan sama pentingnya karena suatu saat kita sudah tidak bisa menekan harga maka pasokan harus dikurangi, jadi saya pikir dua-duanya harus kita lihat yang mana yang menguntungkan, tetapi menurut saya lebih baik kita menekan harga jangan pasokan," katanya.
Tahun ini diperkirakan Indonesia akan menghasilkan 22,6 juta ton sawit dengan luas lahan 8,9 juta hektar. Sedangkan Malaysia diprediksi akan produksi 18 juta ton dengan luas lahan 5 juta hektar.
Menurut Sofjan Indonesia dan Malaysia harus bisa memegang kendali terkait harga CPO ini dikarenakan karena keduanya merupakan penguasa produsen 90% CPO dunia.
"Jangan mereka yang permainkan harga kita, Malaysia dan kita itu kuasai 90% dari market. Jadi kita harus pegang kendali, jangan yang beli yang pegang kendali," tutupnya.
(/)
