Hal ini diungkapkan oleh Menko Perekonomian Hatta Rajasa saat ditemui di Imperial Hotel, Tokyo, Jepang, Selasa (9/10/2012).
"Belum ada mobil listrik yang benar-benar teruji dan berhasil di dunia termasuk di Jepang dan AS, masih perlu penelitian lanjutan. Seperti ketahanan baterai dan lain-lain. Indonesia juga perlu penelitian. Tapi kami tetap berkomitmen 2017 sudah teruji dan bisa produksi massal," tutur Hatta.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Mobil listrik saat ini belum murni produksi Indonesia. Kalau untuk penggunaan skala kecil seperti di pemukiman mungkin bisa, kita kembangkan hybrid dulu," jelas Hatta.
Dia mengatakan, mobil listrik perlu diperkenalkan di perumahan-perumahan agar masyarakat dalam skala kecil bisa mengenal lebih dulu soal mobil listrik di Indonesia. Hatta mengatakan, ia merupakan ketua komite pengembangan mobil listrik di Indonesia.
Menurut Hatta berjanji memberikan insentif fiskal bagi pengembangan mobil listrik di Indonesia. Dia pun tengah mendorong peneliti dari Institut Teknologi Bandung (ITB) untuk juga membantu pengembangan mobil listrik di Indonesia.
Dalam kesempatan tersebut, Hatta mengatakan, dirinya juga berencana untuk mengerahkan mobil listrik dalam pertemuan APEC tahun depan di Nusa Dua, Bali.
"Saya akan mengundang ITB untuk menyiapkan beberapa kendaraan listrik untuk kita gunakan dalam APEC nanti. Ini juga sesuai dengan semangat APEC itu sendiri yaitu untuk meningkatkan energi efisiensi dan global energi. Jika mobil listrik belum memungkinkan kita akan menggunakan sekurang-kurangnya mobil hybrid," tegas Hatta.
(dnl/hen)











































