Industri kemasan menjadi sedikit diantara sektor yang tidak terlalu berpengaruh akan krisis ekonomi dunia. Tahun ini, industri kemasan bahkan dapat bertumbuh 7%-8%. Untuk dapat tumbuh lebih besar, pelaku berharap dukungan pemerintah dalam hal hak paten.
Direktur Pengembangan Bisnis Federasi Pengemasan Indonesia Ariana Susanti saat ditemui detikFinance menjelaskan, pihaknya masih perlu bantuan dari pemerintah, melalui Kementerian Perindustrian berupa kebijakan-kebijakan yang mempermudah gerak pelaku.
"Kami harapkan industri kita mampu bersaing di pasar lokal dan global. Masalahnya adalah dalam membuat inovasi dan desain. Yang menjadi masalah adalah urusan proteksi lama. Dari Kementerian Perindustrian butuh empat tahun untuk memperoleh hak paten, ini sangat lama," ucapnya di JI Expo Kemayoran Jakarta, Rabu (10/10/2012).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Produk kemasan makanan dan minuman menjadi andalan dan terbukti mampu menyumbang 70% dari total kapasitas industri. Sektor makanan dan minuman memang terus tumbuh karena pangsa pasar yang luas dengan penduduk hampir 240 juta jiwa.
"Industri makanan dan minuman itu masih memegang 70% kapasitas dari industri kemasan di Indonesia," katanya. Indonesia selama juga tercatat sabagai consumen pack terbesar di dunia, bersama dengan Jepang dan India.
(wij/wep)











































