"Harganya merambat naik 10%-15%. Ini yang kita keluhkan, harga minyak mentah naik dan berimbas pada kenaikan harga bahan baku plastik," katanya saat ditemui di JIE Kemayoran Jakarta, Rabu (10/10/2012).
Menurutnya, keberlangsungan industri kemasan di Indonesia masih sangat tergantung pada bahan baku impor. Harga minyak mentah berjangka untuk kontrak pengiriman bulan Oktober pun telah mengalami kenaikan 17 sen dan ditutup pada posisi 95.53 dolar per barel.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Meski demikian Ariana masih percaya dengan kinerja industri pengemasan di tanah air. Sampai bulan September 2012 tercatat kinerja industri pengemasan sebesar Rp 44 triliun, atau lebih besar dibandingkan pencapaian tahun lalu yang hanya Rp 42 triliun.
"Saat ini Rp 44 triliun, tumbuh 7-8% dibandingkan tahun lalu. Minyak mentah naik itu kendala kita, minyak naik plastik naik juga," tutupnya.
(wij/wep)










































