Jepang Berharap Indonesia Tak 'Rebut' Inalum

Laporan dari Tokyo

Jepang Berharap Indonesia Tak 'Rebut' Inalum

Wahyu Daniel - detikFinance
Kamis, 11 Okt 2012 08:59 WIB
Jepang Berharap Indonesia Tak Rebut Inalum
Tokyo - Pada 2013, pemerintah Indonesia akan mengambil alih PT Inalum dari Jepang karena kontraknya akan berakhir. Pemerintah Jepang berharap masih bisa menguasai sebagian saham Inalum.

Namun Menko Perekonomian Hatta Rajasa menegaskan pemerintah Indonesia akan mengambil alih Inalum.

"Soal Inalum, mereka (Jepang) berharap diikutsertakan kembali. Tapi posisi kita jelas, di 2013 Inalum akan kembali ke Indonesia. Jadi posisi kita beda," tutur Hatta di Imperial Hotel Tokyo dalam rangka kunjungan kerjasama ekonomi dengan pemerintah Jepang, Rabu malam (10/10/2012).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Seperti diketahui, tahun ini pemerintah Indonesia telah menyediakan Rp 2 triliun untuk mengambil alih Inalum. Total kebutuhan dana mencapai Rp 7 triliun. Tahun depan, pemerintah akan meminta persetujuan DPR agar kekurangan dana Rp 5 triliun bisa disediakan.


Inalum merupakan satu-satunya perusahaan lokal yang bergerak di sektor produksi aluminium di Sumatera Utara. Selama ini, hasil produksi Inalum sebagian besar dikirim ke Jepang, dan Indonesia sendiri harus mengimpor alumunium dari negara lain untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri.

Kepemilikan Inalum saat ini terbagi antara pemerintah Indonesia 41,12% dengan konsorsium swasta-pemerintah Jepang yang tergabung dalam Nippon Asahan Alumunium 58,88%. Berdasarkan kontrak yang ditandatangani pada 7 Juli 1975 di Tokyo, Pemerintah Indonesia bisa mengambil alih Inalum sepenuhnya, pada Oktober 2013.

Pada kesempatan itu juga, Hatta mengatakan, pemerintah Jepang ingin meningkatkan kegiatan pencarian minyaknya di Indonesia. Pihak Jepang juga ingin adanya peningkatan pasokan gas dari Indonesia.

"Soal gas, saya bilang, Indonesia akan meningkatkan prioritas kebutuhan dalam negerinya karena kebutuhan yang meningkat," tegas Hatta.

(dnl/hen)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads