"Kita ini kan memikirkan sustainibility-nya untuk sebuah industri. Jadi harus dipikirkan ke depan, jangan hanya bisa bangun mobil lalu selesai, tapi bagaimana bisa berkelanjutan," kata di Jeju International Convention Center, Seogwipo, Pulau Jeju, Korea Selatan, Jumat (12/10/2012).
Menurutnya, jika hanya baru bisa merakit satu buah mobil saja itu belum cukup. Yang diinginkan pemerintah adalah membuat sebuah industri yang benar-benar bisa mengembangkan secara utuh.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Untuk itu, Hatta sudah membentuk kelompok kerja khusus untuk menangani mobil listrik ini yang terdiri dari pihak RI dan Korea Selatan. Kelompok kerja ini akan melakukan riset dari awal lagi untuk pembangunan mobil listrik Indonesia.
"Tahun 2013 nanti diharapkan sudah mulai. Kita ini punya potensi, ada anak ITB, salah satu kawan saya, yang sudah lama develop. Ditambah ada transfer teknologi dari Korea," ujarnya.
Korea merupakan satu-satunya negara yang mau berbagi teknologi, tidak seperti negara lain di dunia. Maka dari itu, kata Hatta, Indonesia harus memanfaatkan bantuan ini sebaik-baiknya.
"Di dunia ini kan belum ada mobil listrik yang sudah proven. Amerika saja baru hybrid. Kalau cuma mobil kecil setara mobil golf kan oke, tapi kan harus dipikirkan secara berkepanjangan," jelasnya.
(ang/dnl)











































