"US$ 106 juta sampai dengan hari kedua. Target kita sendiri US$2 miliar," ungkap Dirjen Pengembangan Ekspor Nasional (PEN) Kementerian Perdagangan Gusmardi Bustami saat ditemui di JIE Kemayoran Jakarta, Jumat (19/10/2012).
Dari jumlah transaksi US$106 juta, sebanyak US$22,5 juta didapat dari transaksi produk barang (seperti otomotif sebanyak 17%, bahan bangunan 0,7%, furniture 0,7%, produk kulit 0,6% dan teknologi informasi sebesar 0,6%) sedangkan sisanya didapat dari sektor jasa yang mendapatkan US$83,9 juta.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Produk jasa yang disukai dari Indonesia diantaranya adalah tenaga ahli, perawat rumah sakit, ahli masak (Chef) dan Bartender. Tahun lalu (2011) produk jasa yang diperdagangkan mencapai 11.000 tenaga kerja, tahun ini diperirakan bisa mencapai 13.000 tenaga kerja.
Gusmardi tetap optimis jumlah transaksi yang dihasilkan akan mencapai target yaitu US$2 miliar.
"US$106 juta memang masih jauh dari target sebesar US$2 miliar. Saya yakin target itu keliatannya bisa dicapai. Hari ini saya bertemu dengan beberapa pengusaha dari luar negeri terutama dari Afrika Selatan dan akan dilakukan penandatanganan kontrak. Keliatannya saya punya keyakinan kita dapat target itu," pungkasnya.
(wij/hen)











































